Jumat, 22 Mei 2009

Khotbah Minggu Exaudi, 24 Mei 2009

Ev. II Raja-Raja 20 : 1 – 7
“ Apa sakitmu ?”
Oleh. Pdt. Hendra Victor Lumbantobing, S.Th

Saudaraku yang terkasih, apakah kita dalam keadaan sehat? Apa reaksi yang akan kita tunjukkan apabila dokter berkata kepada kita, bahwa hidup kita ini akan sebentar lagi oleh karena sakit yang kita alami? Apakah reaksi yang akan kita tunjukkan apabila seorang kenselor mengatakan bahwa pernikahan saudara sudah tidak akan bisa dipertahankan lagi? Yang pasti reaksi kita adalah, “takut, putus asa, dan mungkin juga berdoa tetapi doa kita berada dalam posisi ragu-ragu” dan bukan hanya kita saja yang berada dalam keadaan seperti ini, kemungkinan besar juga saudara-saudara kita akan mengalami hal yang serupa, mereka takut kehilangan kita, mereka takut pernikahan kita hancur, inilah reaksi awal yang akan kelihatan. Apakah kita pernah menyadari bahwa orang-orang percaya harus memikul bermacam-macam pencobaan, sehingga kadang-kadang mereka diserang oleh peperangan, kadang-kadang oleh penyakit, kadang-kadang oleh bencana-bencana yang lain, dan kadang-kadang bencana-bencana itu susul-menyusul tak henti-hentinya, dan mereka harus berperang dengan tak henti-hentinya dalam sepanjang hidup mereka; Dalam keadaan sakit biasanya kita ingin dihibur, ingin didoakan supaya sembuh. Tetapi Yesaya tidak demikian, ia berkata kepada raja Hizkia : Beginilah firman Tuhan : Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi. Sebagai nabi, Yesaya seyogianya mendoakan atau menyampaikan firman Allah yang memberikan semangat, tetapi sebaliknya dia menyampaikan pesan Tuhan yang tidak mengenakkan. Mendengar kabar sedih, raja Hizkia tidak frustasi, tidak panik, tidak marah dan tidak bersungut-sungut. Raja Hizkia menghadap ke dinding lalu berdoa kepada Tuhan. Hizkia adalah seorang raja, seorang yang menyandang pangkat tertinggi dikerajaan Yehuda. Tetapi dia tahu bahwa jalan keluar satu-satunya dari masalah yang dihadapinya ini adalah DOA. Dia tahu betul bahwa kalau ia berdoa, Tuhan sanggup menolongnya. Saya yakin bahwa kita semua sudah pernah berdoa dan sudah tahu berdoa. Apapun jabatan kita , pangkat kita , profesi kita , kita harus belajar berdoa. DOA adalah satu-satunya channel bagi manusia menyampaikan permohonan kepada TUHAN. izinkan saya bernyanyi sebentar “ You rise me up” molo tarsosak ahu di parungkilon, jala tarunjun dohot rohangki, tongtong hu jou goarMu ale Tuhan, sai ro do Ho lao mandongani au. Mansai gomos di togu ho tanganku, jala langkahu pe diiring Ho, tung lambok rohangku jala sonang, molo sai mangaramoti ahu. Syair lagu ini mengajak kita, untuk benar-benar berserah kepada Allah di setiap pergumulan dan persoalan dalam kehidupan kita. Dalam doa Hizkia, ada tiga hal yang ia ingatkan kepada Tuhan (ayat 3): Aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia. Siapkah kita seperti Hizkia, hidup setia kepada Tuhan. Banyak orang percaya meminta mujizat dan pertolongan Tuhan yang besar tetapi tidak bisa setia kepada Tuhan. Dapatkah kita seperti Hizkia berkata kepada Tuhan bahwa anda telah hidup setia kepada Tuhan?. Dengan tulus hati / ikut Tuhan dengan sepenuh hati (with wholehearted devotion - NIV). Kepada Tuhan seringkali kita tidak berani untuk berkata bahwa kita mengikut Tuhan sepenuh hati. Tetapi Hizkia berani katakan kepada Tuhan bahwa ia sudah sepenuh hati mengikut Tuhan. Apakah anda sudah sepenuh hati mengikuti Tuhan? Acara keluarga, pekerjaan, profesi dan studi bisa membuat kita tidak sepenuh hati kepada Tuhan. Aku telah melakukan apa yang baik di matamu. Dalam pujian dan penyembahan sering kita berkata bahwa Tuhan itu baik dan sangat baik. Tetapi bisakah kita berkata kepada Tuhan bahwa kita telah hidup baik di hadapan Tuhan. Hizkia selalu berusaha berbuat yang baik kepada Tuhan.

1. Hidup saleh / taat membantu kehidupan doa! Hizkia berdoa dengan menangis (ay 3b). Bandingkan dengan ay 5b: ‘telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu. Semua ini tidak berarti bahwa air mata dalam doa mempunyai khasiat yang menyebabkan doa didengar atau membuat doa lebih manjur. Tetapi air mata, selama itu bukan air mata buaya atau air mata yang dibuat-buat, menunjukkan adanya pertobatan dari dosa dan / atau kesungguhan dalam doa Kitab Suci menyatakan bahwa doa yang dikabulkan hanyalah doa yang sesuai dengan kehendak / rencana Allah dan karena itu dalam berdoa kita harus berserah / tunduk pada kehendak / rencana Allah itu . 1Yoh 5:14 - "Dan inilah keberanian percaya kita kepadaNya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepadaNya menurut kehendakNya". Itulah makna dari Exaudi. Apakah Tuhan mendengar seruan Hiskia? Ia Tuhan mendengar seruannya, Tuhan menyembuhkan dia dari berbagai ragam penyakitnya dan Tuhan memperpanjang umurnya sampai 15 tahun lagi. Nah, saudaraku, apakah engkau dan aku mau sembuh dari berbagai bentuk penyakit yang kita derita sekarang ini? Marilah, hiduplah setia di hadapan Tuhan, ikut Tuhan Yesus dengan setulus hati dan jangan mendua, dan lakukanlah yang baik di hadapan Tuhan. Dengan demikian riwayat perjalanan iman kita akan baik dan itulah jalan Tuhan untuk menyembuhkan engkau dan aku. Selamat hidup sehat. Amen.

Tidak ada komentar: