Jumat, 12 Juni 2009

Tuhan adalah Gembala kita

Kita harus menyadari bahwa kalau hanya dengan kekuatan yang ada pada diri kita sendiri, kita tidak akan sanggup untuk menjalani kehidupan ini. Akan tetapi sebagai umat yang disebut orang-orang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, kita harus mengandalkan kuasa dan pimpinan Tuhan di dalam perjalanan kehidupan kita. Karena kita telah menjadikan Kuasa dan bimbingan Tuhan sebagai dasar kehidupan kita, maka sudah seharusnyalah kita memperlihatkan bahwa model hidup kita akan berbeda dengan hidup orang-orang yang tidak mengandalkan Tuhan. Ketika Tuhan menjadi Gembala dalam kehidupan kita, maka Dia akan membawa kita (dombaNya) kepada kebahagiaan hidup, Ia akan membimbing kita ke air yang tenang dan tidak ada satupun dari domba itu yang akan merasakan haus dan lapar. Sangat luar biasa Kasih Karunia Allah dalam hidup kita.

Allah juga telah mengutus AnakNya menjadi Gembala Agung dalam hidup kita, Dia menyerahkan nyawanya untuk membebaskan domba-dombanya dari kuasa kejahatan dunia ini. (Yoh 10:11). Kita telah diberi keselamatan agar kita memperoleh kehidupan yang kekal di KerajaanNya, oleh karena itu, tidak ada alasan yang dapat kita pakai untuk tidak memilih Yesus sebagai Gembala kita. Oleh karena itu saudara, jadikan Yesus Gembala dalam perjalanan hidupmu, agar engkau mengetahui jalan yang benar untuk menuju kerajaan Allah.

Marilah, kita harus memuji dan memuliakan Sang Gembala Agung disetiap perjalanan kehidupan kita oleh karena kasih setiaNya. Dan kita harus ingat, bahwa Tuhan Yesus juga memberikan tugas kepada kita untuk menjadi gembala bagi sesama kita. Sungguh luar biasa pemberiaan Allah kepada kita, dan itu tidak bisa kita abaikan, oleh karena itu, bentuk ungkapan syukur yang harus kita lakukan adalah “Menjadi gembala bagi sesama”.

Kasih Karunia Allah melalui Yesus Kristus, memberikan kita kesempatan untuk menjadi umat yang mampu mengevaluasi diri, berbagai bentuk kesalahan telah kita lakukan, berbagai bentuk kelalaian telah kita lakukan, namun kita harus mengingat, bahwa Kasih Karunia Allah tidak akan berkesudahan, domba yang tersesat akan Dia cari dan Dia bawa kembali ke jalan yang benar, domba yang lemah akan dikuatkanNya, domba yang sakit akan Dia sembuhkan, dengan tujuan, agar domba-domba itu kuat, sehat dan berpengharapan untuk menjalani kehidupannya. Jadi, jangan lagi kita tinggal didalam kesesatan, kerana Yesus Sang Gembala Agung sudah datang membebaskan kita, oleh karena itu jangan lagi kita tinggal di dalam kelemahan, karena Yesus Sang Gembala Agung sudah datang memberi kekuatan, janganlah lagi kita tinggal didalam sakit, karena Yesus sudah datang untuk menyembuhkan. Tuhan adalah Gembala yang baik. Amen.

Doa Kami



DOA KELUARGA KAMI KEPADA TUHAN YESUS SELAMA DIA MEMBERI HIDUP

TUHAN, bekerjalah dalam diri keluarga kami dan ubahlah kami . Aku tahu bahwa kami tidak dapat melakukannya sendiri. kami tahu bahwa kami tidak dapat mewujudkannya dan bukan kedudukan kami untuk mewujudkannya. Namun, kami ingin ENGKAU melakukannya. TUHAN, karena kami percaya bahwa hanya ENGKAU lah yang dapat melakukannya dengan benar.

Jadi dialusi Jesus ma ibana: Ia taringot tu gogo: Na marhagogoon do na porsea i patupahon saluhutna!

Markus 9 : 23

Senin, 25 Mei 2009

Tuhan Maha Kuasa



Berbagai bentuk penderitaan silih berganti dalam kehidupan kita, terkadang dari sisi kemanusiaannya kita tidak sanggup untuk melewatinya, sehingga terkadang, kita dikalahkan oleh berbagai bentuk kesusahan itu, sehingga yang akan kita alami adalah keterpurukan hidup yang sangat berat.
Namun janganlah kita terus berada dalam keadaan hati yang seperti itu, karena itu tidak akan membawa dampak yang baik dalam hidup kita. memang benar, bahwa selama kita hidup di dunia in, persoalan demi persoalan akan terus hadir, oleh karena itu kita harus mengingat apa yang di katakan oleh Tuhan melalui Nabi Yesaya 40 : 12 - 14 " Bahwa Tuhan kita itu adalah Tuhan yang Maha Kuasa, Dia sanggup melakukan lebih dari apa yang kita lakukan, Dia sanggup membebaskan kita dari berbagai belenggu penderitaan ini, sama halnya ketika firman ini disampaikan oleh Yesaya kepada bangsa Israel di pembuangan Babel, dalam keadaan yang tercepit, dalam keadaan yang sangat terdesak penuh dengan berbagai ragam penderitaan, mereka diingatkan, untuk tidak tunduk kepada penguasa dunia, kepada allah-allah lain, namun mereka harus percaya kepada Tuhan Sang Pembebas mereka. Harus dan Harus Percaya.
Demikianlah kita dapat dimenangkan melewati tanah pembuangan ini, agar kita kelak bisa masuk ke tanah perjanjian Allah dengan penuh damai dan sukacita. sekarang, kita Harus dan Harus percaya bahwa Tuhanlah Yang Maha Kuasa.

Jumat, 22 Mei 2009

Lobu Pining: Rumah Opung ku

Lobu Pining: Rumah Opung ku

Rumah Opung ku

inilah rumah opungku yang sangat aku cintai. opungku bernama, Op. Elida Lumbantobing/Br. Pardede. opung doli dan opung boru ku sudah tiada, namun kasih sayang mereka masih tetap hadir dalam kehidupanku dan keluarga besarku.
rumah yang sudah tua, namun tetap kami pelihara, agar sejarah opungku tetap kami kenang dan kami ingat sepanjang jalan hidup kami.

Khotbah Minggu Exaudi, 24 Mei 2009

Ev. II Raja-Raja 20 : 1 – 7
“ Apa sakitmu ?”
Oleh. Pdt. Hendra Victor Lumbantobing, S.Th

Saudaraku yang terkasih, apakah kita dalam keadaan sehat? Apa reaksi yang akan kita tunjukkan apabila dokter berkata kepada kita, bahwa hidup kita ini akan sebentar lagi oleh karena sakit yang kita alami? Apakah reaksi yang akan kita tunjukkan apabila seorang kenselor mengatakan bahwa pernikahan saudara sudah tidak akan bisa dipertahankan lagi? Yang pasti reaksi kita adalah, “takut, putus asa, dan mungkin juga berdoa tetapi doa kita berada dalam posisi ragu-ragu” dan bukan hanya kita saja yang berada dalam keadaan seperti ini, kemungkinan besar juga saudara-saudara kita akan mengalami hal yang serupa, mereka takut kehilangan kita, mereka takut pernikahan kita hancur, inilah reaksi awal yang akan kelihatan. Apakah kita pernah menyadari bahwa orang-orang percaya harus memikul bermacam-macam pencobaan, sehingga kadang-kadang mereka diserang oleh peperangan, kadang-kadang oleh penyakit, kadang-kadang oleh bencana-bencana yang lain, dan kadang-kadang bencana-bencana itu susul-menyusul tak henti-hentinya, dan mereka harus berperang dengan tak henti-hentinya dalam sepanjang hidup mereka; Dalam keadaan sakit biasanya kita ingin dihibur, ingin didoakan supaya sembuh. Tetapi Yesaya tidak demikian, ia berkata kepada raja Hizkia : Beginilah firman Tuhan : Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi. Sebagai nabi, Yesaya seyogianya mendoakan atau menyampaikan firman Allah yang memberikan semangat, tetapi sebaliknya dia menyampaikan pesan Tuhan yang tidak mengenakkan. Mendengar kabar sedih, raja Hizkia tidak frustasi, tidak panik, tidak marah dan tidak bersungut-sungut. Raja Hizkia menghadap ke dinding lalu berdoa kepada Tuhan. Hizkia adalah seorang raja, seorang yang menyandang pangkat tertinggi dikerajaan Yehuda. Tetapi dia tahu bahwa jalan keluar satu-satunya dari masalah yang dihadapinya ini adalah DOA. Dia tahu betul bahwa kalau ia berdoa, Tuhan sanggup menolongnya. Saya yakin bahwa kita semua sudah pernah berdoa dan sudah tahu berdoa. Apapun jabatan kita , pangkat kita , profesi kita , kita harus belajar berdoa. DOA adalah satu-satunya channel bagi manusia menyampaikan permohonan kepada TUHAN. izinkan saya bernyanyi sebentar “ You rise me up” molo tarsosak ahu di parungkilon, jala tarunjun dohot rohangki, tongtong hu jou goarMu ale Tuhan, sai ro do Ho lao mandongani au. Mansai gomos di togu ho tanganku, jala langkahu pe diiring Ho, tung lambok rohangku jala sonang, molo sai mangaramoti ahu. Syair lagu ini mengajak kita, untuk benar-benar berserah kepada Allah di setiap pergumulan dan persoalan dalam kehidupan kita. Dalam doa Hizkia, ada tiga hal yang ia ingatkan kepada Tuhan (ayat 3): Aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia. Siapkah kita seperti Hizkia, hidup setia kepada Tuhan. Banyak orang percaya meminta mujizat dan pertolongan Tuhan yang besar tetapi tidak bisa setia kepada Tuhan. Dapatkah kita seperti Hizkia berkata kepada Tuhan bahwa anda telah hidup setia kepada Tuhan?. Dengan tulus hati / ikut Tuhan dengan sepenuh hati (with wholehearted devotion - NIV). Kepada Tuhan seringkali kita tidak berani untuk berkata bahwa kita mengikut Tuhan sepenuh hati. Tetapi Hizkia berani katakan kepada Tuhan bahwa ia sudah sepenuh hati mengikut Tuhan. Apakah anda sudah sepenuh hati mengikuti Tuhan? Acara keluarga, pekerjaan, profesi dan studi bisa membuat kita tidak sepenuh hati kepada Tuhan. Aku telah melakukan apa yang baik di matamu. Dalam pujian dan penyembahan sering kita berkata bahwa Tuhan itu baik dan sangat baik. Tetapi bisakah kita berkata kepada Tuhan bahwa kita telah hidup baik di hadapan Tuhan. Hizkia selalu berusaha berbuat yang baik kepada Tuhan.

1. Hidup saleh / taat membantu kehidupan doa! Hizkia berdoa dengan menangis (ay 3b). Bandingkan dengan ay 5b: ‘telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu. Semua ini tidak berarti bahwa air mata dalam doa mempunyai khasiat yang menyebabkan doa didengar atau membuat doa lebih manjur. Tetapi air mata, selama itu bukan air mata buaya atau air mata yang dibuat-buat, menunjukkan adanya pertobatan dari dosa dan / atau kesungguhan dalam doa Kitab Suci menyatakan bahwa doa yang dikabulkan hanyalah doa yang sesuai dengan kehendak / rencana Allah dan karena itu dalam berdoa kita harus berserah / tunduk pada kehendak / rencana Allah itu . 1Yoh 5:14 - "Dan inilah keberanian percaya kita kepadaNya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepadaNya menurut kehendakNya". Itulah makna dari Exaudi. Apakah Tuhan mendengar seruan Hiskia? Ia Tuhan mendengar seruannya, Tuhan menyembuhkan dia dari berbagai ragam penyakitnya dan Tuhan memperpanjang umurnya sampai 15 tahun lagi. Nah, saudaraku, apakah engkau dan aku mau sembuh dari berbagai bentuk penyakit yang kita derita sekarang ini? Marilah, hiduplah setia di hadapan Tuhan, ikut Tuhan Yesus dengan setulus hati dan jangan mendua, dan lakukanlah yang baik di hadapan Tuhan. Dengan demikian riwayat perjalanan iman kita akan baik dan itulah jalan Tuhan untuk menyembuhkan engkau dan aku. Selamat hidup sehat. Amen.

Lobu Pining Kampung Halamanku

Lobu pining adalah salah satu desa yang bersejarah di Indonesia, khususnya di sejarah masuknya Agama Kristen ke Tapanuli Utara. Lobu Pining merupakan tempat tinggal dari kakek dan nenek saya, dan kami adalah keturunan dari Raja Panggalamei yang terkenal itu, hahahaa.
Lobu pining adalah, tempat terbunuhnya dua pekabar Injil, yaitu, Monson dan Leyman, mereka datang ke kampung kami untuk memberitakan berita sukacita, namun karena kehidupan leluhur kami masih sangat tradisional, mereka belum bisa menerima kehadiran pembawa berita Injil tersebut.
apapun pandangan orang terhadap kampung halamanku ini, aku sangat bangga bisa menjadi salah satu dari sekian banyak warga Lobu pining. banyak hal yang dapat aku ceritakan, salah satunya adalah, dari desa kecil ini, sudah ada 8 orang yang menjadi hamba Tuhan (Pendeta) dan saya salah satu dari delapan itu. walaupun dahulunya, kampung halamanku ini tempat di tolaknya para pembawa berita sukacita, namun dari daerah penolakan inilah akan lahir para hamba-hamba Tuhan yang akan meneruskan cita-cita dan impian dari Munson dan Lyman. saya sanggat bangga akan hal itu.